New Year di Pulau Pari

31 December 2017

Sudah janjian sama anak-anak Jouska bakal spending new year dengan mereka sama seperti tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu road trip ke Tj.Lesung, tahun 2018 ini kita ke Pulau Pari. Honestly gue ngikut aja sama pilihan Sandya dan Mba Marlina. Pokoknya selama gue ketemu pantai, gue pasrah.

Nah, bedanya liburan kali ini adalah nyokap gue ikut hahahah. Gue sudah warning ke nyokap kalau ini bukan liburan seperti yang biasa gue lakukan sama beliau. Ini liburan ala backpacker dengan dana minimalis. Untungnya nyokap gue adalah tipe petualang yang sudah biasa naik turun kapal, tidur di rumah warga dan biasa loncat dari pulau ke pulau lainnya. Yes i got it from my mama :p.

Pagi-pagi ngumpul di McDonald Sarinah sebelum melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Kaliadem. Wuiiih belum juga memasuki area pelabuhan, lautan manusia dimana-mana. Tapi kata Sandya dan Mba Marlina ini masih mending, biasanya malah lebih rame. Terakhir gue ke Kepulauan Seribu itu udah lama banget, pas outing bareng anak-anak Jouska tahun 2014 hahaha.

Masuk ke kapal, gue langsung mengarah ke tangga naik ke atas, karena gue lebih prefer panas-panas kena sinar matahari ketimbang di dalam ruangan kapal.

Namanya juga kapal penumpang , dan lagi rame-ramenya, mau berangkat aja molor sampe sejam lebih. Sudah gitu, harus nunggu antrian kapal di depan kita berangkat dulu baru bisa take off (mang pesawat). Kapal yang berisikan lautan manusia, terik sinar matahari yang ngga nyantai, bikin make up mba Zizi luntur seketika wkwkwkkw (maafkan aku mbak). Ketika kapal mulai jalan, ada perasaan seneng yang ngga bisa diungkapkan pada saat melihat lautan yang luas, angin yang sepoi-sepoi yahud, dan sinar matahari yang mengenai seluruh tubuh. Arrgh!! some people called it torture, i called it Blessing!

Perjalanan ke pulau Pari sekitar 2 jam. On our way, kita melewati beberapa pulau kecil. Ada yang katanya tempat nikahannya Rio Dewanto dan Atiqah, pulau Kelor kalau ngga salah namanya. Sesampainya di Pulau Pari, kita langsung menuju tempat menginap. Penginapan kita di pulau Pari berupa rumah kecil dengan dua kamar tidur ber AC dan dua kamar mandi sederhana dan ruang tamu kecil. Berhubung nyampainya pas jam makan siang, ga lama setelah kita nyampai, si Abang membawa makan siang di gerobak dorong. Makanan yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur sop, sambel dan kerupuk ini memang sangat sederhana tetapi nikmatnya ngga bisa diungkapin. Sambil duduk di bawah pohon yang rindang, kita pun menikmati makanan yang istimewa itu.

Abaikan muka butek belum mandi, fokus ke gerobak makanannya

Setelah makan siang dan istirahat sebentar, Gue, Mba Marlina, Sandya, Mba Zizi dan keponakan Mba Mar meunju pulau Perawan, sedangkan nyokap memilih untuk istirahat di kamar.

Gilakkk ! Pantai Perawan ini bagus bangeeet…dan most importantly ga perlu jauh – jauh dari Jakarta untuk ke pulau cantik. Worth it banget lah! Udah deh, kalau ketemu pantai, bodo amatan badang gosong, yang penting bisa guling-guling di pasir.

Gue anaknya ga muluk2, ga harus ke pulau yang jauh dan kesananya menghabiskan uang banyak, yang penting ketemu pantai bagus, sudah bahagia. Gampangan dah !

Sorenya kita ke pantai Bintang. Sayang lagi surut jadi kurang OK tapi not bad lah untuk bobok bobok cantik di hammock. Malemnya kita nungguin pergantian tahun di pantai Perawan lagi.

Aslik nungguin tahun baru ngantuk bangeeet,  gila tanda-tanda sudah tuir kayanya. Sempat jealous juga sih sama pulau sebelah, pulau Pramuka yang duluan nyalain kembang apinya dan non-stop. Untungnya ketika detik-detik pergantian tahun, kembang api di pulau Pari ngga kalah kerennya. Worth the wait lah!

Done with firework, langsung balik karena besok paginya kita lanjut snorkling dan siang balik ke Jakarta. Awalnya sih kita sudah bayar untuk pakai kapal yang sama, tapi ternyata kapalnya ga dateng-dateng jadi kita memutuskan untuk bayar lagi untuk speedboat, yang cuma 45 menit sampe ke Marina Ancol. Karena speedboatnya baru berangkat jam 3, dan kita sudah “check out” jadi kita bobok di depan warung orang, pake bantal yang sudah usang. Ahhh nikmatnyaaa…

Oh ya, how much money we spent for this trip ??

Penginapan 2D1N, kapal penumpang (pergi), speedboat (pulang), makan 3x sehari + 1x ikan bakar, dan kapal untuk snorkling + alatnya = Rp.530rb/orang.

Kalau kita baliknya ga pake speedboat lagi sih cuma 350rb aja/orang. Untungnya kita balik pake speedboat meskipun ngeluarin uang lagi, soalnya denger-denger si kapal penumpangnya baru cabut sekitar jam 5 sorean. EAAA besoknya kan kita udah ngantor lagi kakakkkk..

Ngga sabar for the next island trip. Ntah kapan semoga schedule kerjaan kantor mendukung :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s