Road Trip to Tanjung Lesung

Where should I go during New Year Holiday?

Ada yang nyuruh balik Samarinda, ada yang minta gw ke Kota Kinabalu, ada yang ngajak ke Bali, dan ada yang minta ditemenin ke Bangka Belitung *dipikir gw pesawat kali yak

Tiket yang jelas sudah pasti mahal. Mengingat liburnya cuma long weekend aja, kayanya waste of money kalau harus ngeluarin duit banyak untuk waktu yang singkat,belum lagi perjalanannya yang bakalan bikin capek. With all kind of consideration in my head, I decided not to go anywhere that making me pay for the ridiculous ticket fee.

Kemudian gw considering untuk di Jakarta aja. Mungkin gw spending time aja ke coffee shop, baca buku, nulis, atau apalah. Intinya liburan duduk manis aja ngga kemana – mana.

Well, No one believed when I said that. If i were my friends, i would not believe my self either. Dan bener saja, Jumat malam, hasrat untuk road trip muncul. Gw contact Amal, associate di kantor gw dan bilang kalau gw pengen road trip. I said “Kumpulin aja orang sampai mobil penuh kita cuss. Destinasinya terserah yang penting keluar dari Jakarta”

Mba Marlina ngasih gw link ke Tanjung Lesung. Gw sudah pernah kesana tapi cuma sebentar untuk foto-foto di salah satu pantai di sebuah hotel, itu juga karena gw dan temen-temen bosan di Anyer. Gw belum pernah bener – bener nge-explore Tj.Lesung.

We decided to go on Sunday, 1st of January. Tanggal 31 malem, gw  contact Faris Homestay, pesen  satu rumah dengan 3 Bed Rooms dan 2 Bath Rooms. Homestay nya ini di seberang dermaga dan jalan dikit sudah ketemu pantai. Amal dapat tugas untuk nyari mobil sewaan untuk hari minggu sampai senin malam. Jam 10.30 kita berangkat dari kantor di Menara Thamrin menuju Tanjung Lesung.

Siapakah kita ? 7 orang berhasil dikumpulkan. Gw, Amal, Mba Marlina dan temannya Justi, Nisa, Lizwan dan temannya Dobleh (ntahlah siapa nama aslinya).

roadtrip

Dengan bermodalkan Waze, kita pun memulai road trip yang cukup mendadak ini. Seinget gw waktu pergi terakhir ke Anyer itu 3 jam, kemudian lanjut ke Tj.Lesung 1 jam, so total 4 jam, dan menurut blog – blog pun bilangnya 4 jam. So, kita expectacynya pun 4 jam. Nah, karena musim liburan maka macetnya pun ternyata ngga kira – kira, kita pun di arahkan waze ke tempat yang ternyata macetnya ampun – ampunan, padahal ada exit lain yang sebenarnya bisa bikin cepat nyampai. Perjalanan yang kita harapkan cuma 4 jam, menjadi 10 jam.

Ntah berapa indomaret yang kita datangin untuk beli cemilan atau sekedar numpang pipis. Kita baru bener-bener nyampe sekitar jam 9 malam hahahaha…Untungnya makhluk-makhluk di mobil bukan tipe pengeluh dan enjoy aja dengan perjalanan yang panjang. Sesampainya disana, langsung mandi . Dobleh dengan semangat anak kost an menawarkan diri untuk masak indomie ala do’i , Which is indomie yang cuma di rebus dan ga dikasih bumbu tapi di siram dengan sarden yang sudah dipanaskan. Hasilnya ? surprisingly enaaaak… lagi nulis ini aja, bikin gw pengen ke mini market bawah beli sarden haishh..

Rencananya sih keesokan harinya, kita bakalan bangun pagi jam 5, tapi karena masih kecapekan, gw dan beberapa makhluk baru bangun sejam kemudian. We left the house and straight away went to the pier. Sambil nunggu  kapal datang, kita ngeliat nelayan – nelayan yang membawa ikan – ikan untuk dijual. Jam 7 langsung cuss untuk main – main di pulau. At that moment, nama pulaunya aja kita ngga tau, ngikut aja lah yang penting ketemu pantai dan laut.

Tanjung Lesung

I love the feeling being on a boat, in the middle of the sea surrounded by water and the view of floating cloud in the sky. Priceless!

The boat stopped, dan kita nyebur satu per satu untuk snorkling! yihaaaa…

snorkling

Bawah lautnya ok lah not bad, karang – karangnya masih pada hidup, ikannya juga lumayan. Awan  dan pemandangan di sekitarnya cukup memuaskan hati , membuat kita happy. At least perjalanan 10 jam tidak sia – sia ahahha.

roadtrip1

Lizwan, anak kantor yang punya tampang preman brewokan dengan badan gede tiba – tiba naik dan duduk manis aja di pinggiran kapal. Made us wondering, ni anak kenapa udahan snorklingnya padahal baru sebentar.

Ternyata do’i pas ngeliat ke bawah ketakutan, ngga ada ubin buat napakin kaki katanya wkwkkwkw…sukses bikin kita sakit perut ngakak.

Habis puas snorkling, kita menuju pulau yang ternyata namanya pulau Liwungan. Dermaga depan pulaunya bagus untuk spot foto – foto. Pantai di pulau ini cantik dengan pasir putih, tapi sayang di pulaunya lumayan banyak sampah berserakan. Dibersihin aja dikit, pasti bagus banget deh.

Pulau Liwungan

Pulau Liwungan

Spot snorkling cuma ada dua yang bagus katanya, dan yang terbaik adalah tempat kita snorkling barusan. Ntah boat man nya belum explore tempat yang lain atau memang tidak terlalu banyak spot untuk snorkling. Jadi jam 10 an kita memutuskan untuk balik aja ke Tj.lesung untuk main di pantai – pantai sekitar rumah.

Pantainya panjang juga, andaikan saja ada yang mau mengelola, ngebuat suatu resort/penginapan sederhana, tempat makan atau tempat nongkrong dengan design yang creative, pasti ngga kalah deh Banten ini dengan tempat wisata terkenal lainnya.

Tanjung Lesung

Jam 12 an kita cabut balik ke rumah, karena harus istirahat sebelum balik lagi ke Jakarta. Kita makan dulu di warung dekat rumah. Makan makanan rumahan semacam warteg tapi ternyata cukup pricey.

Overall, perjalanan singkat ini menyenangkan. I mean dengan waktu yang ngga terlalu banyak kita sudah bisa snorkling, ke pulau, dan main – main di pantai. Perjalanan pulang kita melalui jalur yang berbeda. Kita melewati Pantai Carita dan Anyer. We caught the sunset di Anyer.

Anyer

Waktu ngelewatin Carita dan Anyer, gila rame banget. Dan again yang bikin miris, banyak orang = banyak sampah. Please deh bawa kantong plastik sendiri kalau ke pantai dan buang ketika ketemu tempat sampah.

Total perjalanan balik 7 jam,could be less kalau kita ngga sunset an di Anyer dan stop untuk beli cemilan haha.

Thank You teman – teman tersayang yang sudah nemenin gw roadtrip.

Guys, Banten alone itu banyak banget loh yang bisa dikunjungin. Di blog ini aja gw udah nulis beberapa tempat, seperti Sawarna, Ujung Genteng dan sekarang Tj.Lesung. Liburan ngga mesti mahal loh

Total expense :

Rumah : Rp.1.000.000,-

Mobil : Rp.550.000,-

Bensin : Rp.200.000,-

Boat, alat snorkling,life jacket : Rp.600.000,-

Makan dll : Rp.650.000,-

Total : Rp. 3.000.000,- / 7 = Rp.428.000,-/orang

Could it be a lot cheaper ? semakin banyak orang ya bisa jadi lebih murah atau tempat tinggalnya di tempat yang cheaper tapi horror atau makannya indomie all the way, tapi ya masa segitunya sih ya…hahaha!

Till Next Trip

Advertisements

2 thoughts on “Road Trip to Tanjung Lesung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s