Ngesot ke Maratua

Dulu mendengar nama pulau Derawan, Maratua, dan sekitarnya sama sekali ngga pernah. Padahal gw asli Kalimantan Timur. Dari kecil yang namanya ke Tarakan atau sekedar transit di Berau itu sering, tapi ntah kenapa tidak pernah ada yang mention tentang pulau – pulau cantik ini.

Gw baru mendengar tentang pulau ini di tahun 2011, menyedihkan banget. Tahun 2014 gw dan teman – teman dari Jakarta untuk pertama kalinya kesana (cek postingan Derawan), tahun 2015, gw kesana lagi pas liburan lebaran bareng keluarga besar, dan kemarin baru saja bulan November 2016, gw mengunjungi pulau – pulau cantik ini lagi untuk ketiga kalinya, bareng mama,papa dan dua partner bisnis gw di Janus hahaha. Biasanya sih setiap ulang tahun, gw kabur kemana gitu, berhubung kali ini ultah ga bisa kemana – mana, jadi dimajuin deh kaburnya.

Yeap 3x. “Kan masih banyak pulau lain Din” . Emang sih, tapi ngga nolak juga ketika diajak sama yang belum pernah kesana untuk jalan – jalan lagi hahaha. Kemarin company gw dapat job di perusahaan kontraktor batu bara di Berau. Mengingat gw sudah di Berau, kayanya sayang aja gitu kalau ngga nyebrang mengunjungi pulau – pulau yang bikin gw kangen itu.

3x kesana, 3x juga melalui jalur yang berbeda

  1. Via Tarakan naik speed boat ke Derawan = 3 jam
  2. Via Tanjung Redeb,Berau, naik speed boat ke Derawan = 2 1/2 jam
  3. Naik mobil 2 jam dari Berau ke Tanjung Batu, kemudian lanjut naik boat 30 menit ke Derawan.

Jadi buat yang ga tahan lama – lama di boat, bisa milih alternative naik mobil dulu baru dilanjutkan dengan naik boat.

Oh ya untuk waktu perjalanan naik boat itu tergantung mesin speedboatnya bisa seberapa cepat dan juga cuaca. Ada yang dari Tarakan bisa sampai 5 jam baru sampai Derawan ketika cuaca lagi kurang bersahabat.

Dari Derawan ke pulau Maratua, dibutuhkan waktu sekitar 1 – 1.5 jam. Di perjalanan yang pertama dan ketiga gw nginep di Maratua dan yang kedua di Derawan.

Pertama kali, gw tinggal di rumah khusus untuk para traveler. Bisa lihat di postingan lama gw. Yang terakhir gw nginep di Maratua Paradise Resort.

img_3506-2

img_3695

Maratua Paradise Resort ini memang cantik banget. Penginapannya dibagi dua, yaitu water villa dan beach villa. Sudah menjadi mandatory untuk yang datang ke maratua untuk foto – foto di resort ini, walaupun nginepnya ga disana. Tapi ya harganya lumayan sih, ngitungnya bukan per kamar tapi per orang.

Maratua

Pemandangan laut yang cantik , pantai dengan pasir putihnya ditambah dengan para penyu – penyu yang rajin menampakan diri mereka di permukaan membuat maratua menjadi surga kecil yang layak dikunjungi.

penyu

However, ada hal yang menyedihkan ketika besoknya kita bangun pagi. Karena airnya lagi surut, keliatan banget banyak sampah sampah berserakan di dekat penginapan. Mengacaukan keindahan laut. Sambil ngomel-ngomel gw mungutin sampah – sampah yang floating. Gw ngga tau apakah ini pengunjungnya yang memang ga bisa jaga kebersihan atau dari warga disana.

img_3864

Nyokap bokap gw bilang, di beberapa pantai yang mereka tau, warganya sudah sering membersihkan pantai, tetapi selalu saja ada sampah yang terbawa arus dan akhirnya jadi ngotorin pantai. Kemungkinan besar dari penumpang kapal yang ngebuang sampah ke laut.

Waktu 2014 kesana, ngga kotor sama sekali, apakah karena pengunjungnya semakin banyak? apakah resortnya tidak ikut membersihkan pantai dari sampah – sampah itu? atau they do, cuma pada saat gw kesana aja mereka belum ngebersihin. I dont know, i just hope they do help to clean the beaches, afterall its affecting the view of their resort as well.

Anyway, note for you and for me as well, lets help clean the beaches, bring your own plastic bag, and dont throw anything to the sea.

Hari kedua, kita ke kakaban. Menyenangkan karena bukan musim liburan jadi kita yang nguasain danau kakabannya hahaha. Oh iya, karena buku kedua gw baru aja terbit versi dummy nya pada saat gw kesana, sekalian gw foto2 buku gw dengan pemandangan laut,pantai dan danau.fullsizerender-1

Kakaban

Di hari kedua, kita nginepnya di Derawan. Di Derawan ini banyak rumah penduduk, harga penginapan pun bervariasi. Semahal-mahalnya di Derawan pun ngga semahal resort di Maratua. Kalau mau puas makan aneka masakan laut, disini banyak warung makan. Kalau di Maratua susah cari warungnya.

Derawan

Hari Sabtu kita pulang, tapi instead ke Berau, kita lanjut perjalanan ke Tanjung Selor, Ibukota provinsinya Kalimantan Utara. Nginep disana semalan dan besoknya kita naik pesawat 15 menit ke Tarakan, dan kemudian dilanjutkan ke Jakarta.

What a short trip !

Lets Explore Indonesia …tapi ingat kemanapun kita pergi, jaga kebersihannya ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s